Sinopsis Unstoppable Heart chapter 1: 'bagian ke tiga
sudah ku lewati,cerita yang belum ku tau bagaimana akhirnya ini,tetap akan ku
lanjutkan dengan kebaikan doa dan harapan'
Sejak aku melewati
bagian ketiga,sesudahnya aku tak ingin lagi membuat bagian bagian di ceritaku
ini. Karena aku tak mau ceritaku dapat terbilang bagian-bagian nya dan pada
akhirnya berhenti saat sampai pada bilangan tertentu. Mengapa begitu? Karena
aku tak ingin jika semua nya berhenti begitu saja.( yah coba aja bayangin,ini
aja baru mau mulai,masa udah berhenti gitu aja,kan ngga banget).
Kali ini ku coba
memandangi beberapa tulisan obrolan ku dengan mu. Ku gulirkan layar gadget ku
untuk mencari awal dari obrolan ku dengan mu. Lalu ku gulirkan kebawah sembari
mata ini menangkap tulisan tulisan yang tertera di layar. Ku baca dalam hati,
dari awal.....terus ke bawah lalu aku mulai menyunggingkan bibir ku untuk
membentuk sebuah senyuman. Haahhhh....bahkan dengan hanya membaca obrolan saja
aku sudah bisa membuat sebuah senyuman. Bahagia.
Yaahhhh sejauh ini
jarak memang masih keukeuh untuk berdiri diantara diri ku dan dirimu..dan tak
ada yang bisa ku lakukan selain menunggu. Setidak nya menunggu waktu kali
pertama bertemu. Karena 1 waktu akan menghilangkan segala nya yg masih kelabu.
Entah sejak kapan, aku dan kamu mulai memutuskan untuk sama- sama menunggu dan
bertemu di suatu waktu. Rindu dan ingin ku sudah jadi teman akrab ku. Mereka
lah yang selalu menguatkan ku. Terbiasa nya ku menunggu bersama mereka,aku tak
merasa mereka begitu menyiksaku. Mungkin karena begitu sering nya aku berjumpa
dengan mereka. Sungguh aku merasa mereka begitu baik,membiar kan ku melukis
mereka dalam sanubari, setidak nya untuk mengingatkan ku akan perjuangan dirimu yang juga menunggu ku.
Hanya saja
terkadang bosan mulai mengusik tenangnya penantian ku. Dia datang sesaat lalu
menciptakan suatu keadaan yang tak pernah aku dan kamu inginkan. Terkadang
sibuk mu jadi pemicu. Terkadang pula sibuk ku yang jadi penyeru. Tapi dia tak
cukup kuat untuk mengalahkan rasa yang terbangun dalam diri. Entah aku atau
kamu diantaranya pasti salah satu bisa menciptakan 1 waktu yang tak berpihak
pada bosan. Suasana yang terkembang begitu membayang. Senang.
Terkadang aku
menyelipkan sedikit gurauan dan kamu membalasnya dengan canda an. Cukup melalui
tulisan dan obrolan kamu mampu memunculkan perasaan dalam diri ini.
Perasaan yang tak
biasa tapi biasa tumbuh dalam setiap jiwa manusia. Tak perlu di jelaskan.
(Dear,Kamu hanya cukup tau saja. Beberapa waktu yang lalu aku membahasnya
bersamamu).
Belum pernah ku
menangkap bayang mu. Tapi diri ini berkeyakinan. Terkadang yakin ku tak selalu
benar. Iya aku mengerti.Tapi jika pun salah, bukan suatu masalah karena aku
lebih memahami jika setiap pilihan memang
memiliki resiko. Yang terpenting, kamu tak berkelit. Dan aku tak berbelit .
Lalu sampailah
guliran jariku di obrolan terakhir yang aku rangkai dengan mu. Terima kasih
sudah mengisi kotak obrolan ku.Terima kasih sudah memintaku untuk menunggu mu
(hal yg kusuka saat ini). Tapi,maaf jika terkadang aku biarkan bosan
mempermainkan. Pahami saja, lebih banyak rintangan namun tetap mencoba bertahan
itu akan menguatkan.____To Be
Continued
_KyuRa
