Sabtu, 16 Januari 2016

Rasa,Hujan dan Masa Lalu

10 Januari 2015

Sore ini hujan turun begitu derasnya. Tak ada yang ingin ku lakukan,aku hanya mengurung diri ku dikamar. Setelah beberapa menit termenung, aku sadar, ditahun 2016 ini aku belum menulis apapun di blog ini. Lalu di tanggal 10/1/2016, hari ini aku putuskan sebagai tanggal pertama aku menulis di tahun 2016.

Hujan.....
Kau tau,hujan selalu bisa menarik hati, fikiran dan perasaan seseorang agar lebih dekat dengan apa yang dirasa.
Aku rasa hujan memang memiliki kharisma yang lebih dari cuaca yang lainnya. Hujan mampu menenggelamkan lebih dalam dari setiap apapun yang hadir dalam dada bersama rintik tetesnya,hingga setiap rasa yang ada begitu terasa dalam rongga dan terbayang di titik retina. Semua rasa. Entah itu bahagia,sedih,galau,senang,jatuh cinta,terluka,patah hati,bimbang,kangen, de es be. Pasti lebih greget kalau hujan mulai menjatuhkan butir air nya dan ikut andil untuk  memeriahkan rasa yang ada.  Pokok na mah berasa dobel gitu...rasanya.
Yang lagi bahagia jadi bahagia banget.
Yang lagi sedih jadi sedih banget.
Yang lagi kangen jadi kangen banget.
Yang lagi galau jadi galau banget.

Dan biasanya, hujan itu jadi waktu favorit beberapa orang buat flashback ke masa-masa tertentu/kenangan-kenangan tertentu. Bukannya ingin kembali lagi kemasa itu,tapi hanya sekedar menghargai masa lalu. Mungkin tetap menjadikannya kenangan bukan lah hal yang salah. Bagaimanapun kejadian masalalu ikut berperan dalam apa yang terjadi di masa sekarang. Jika masa lalu tak terjadi seperti itu,mana mungkin masa sekarang terjadi sedemikian rupa,mana mungkin kau bertemu dengan orang-orang di kehidupan mu yanh sekarang. Apa mungkin kau bertemu teman-teman baru, apa mungkin kau bersama orang- orang yang kau sayang sekarang??? Belum tentu akan begini jadinya jika masa lalu mu berbeda dengan apa yang sudah kau lalui.

Jadi, berterima kasihlah pada masa lalu mu dan orang-orang yang ada pada cerita mu yang sudah lalu. Berkat waktu dan orang-orang didalamnya kau mampu belajar untuk meniti masa depan dan bisa berada di tengah orang-orang yang kau jadikan masa sekarang mu. Tapi masa lalu yang membuat mu selalu patah,akan lebih baik jika kau tidak selalu mengenang nya dalam setiap hujan. Aku khawatir kau akan patah berkali-kali, hingga kau tak ingin lagi berdiri.  Cukup kau kenang sekali,dua kali dan ucapkan terima kasih, lalu ambil pelajarannya saja dan tinggal kan kenangan mu yang itu. Ingat, hanya pelajarannya saja, tidak perlu kau bawa serta semuanya. Namun jika kenanganmu yang lalu mampu membuat mu lebih menghargai masa sekarangmu, dalam setiap hujan pun rasanya tak apa jika kau mengenang nya. Hanya saja jangan biarkan rasa ikut serta di dalamnya
 Karena rasa tak selalu mengerti apa yang nyata dan bagaimana yang maya.

_KyuRa