10 Januari 2015
Sore ini hujan turun begitu derasnya. Tak
ada yang ingin ku lakukan,aku hanya mengurung diri ku dikamar. Setelah beberapa
menit termenung, aku sadar, ditahun 2016 ini aku belum menulis apapun di blog
ini. Lalu di tanggal 10/1/2016, hari ini aku putuskan sebagai tanggal pertama
aku menulis di tahun 2016.
Hujan.....
Kau tau,hujan selalu bisa menarik hati,
fikiran dan perasaan seseorang agar lebih dekat dengan apa yang dirasa.
Aku rasa hujan memang memiliki kharisma
yang lebih dari cuaca yang lainnya. Hujan mampu menenggelamkan lebih dalam dari
setiap apapun yang hadir dalam dada bersama rintik tetesnya,hingga setiap rasa
yang ada begitu terasa dalam rongga dan terbayang di titik retina. Semua rasa.
Entah itu bahagia,sedih,galau,senang,jatuh cinta,terluka,patah
hati,bimbang,kangen, de es be. Pasti lebih greget kalau hujan mulai menjatuhkan
butir air nya dan ikut andil untuk memeriahkan rasa yang ada. Pokok na mah berasa dobel gitu...rasanya.
Yang lagi bahagia jadi bahagia banget.
Yang lagi sedih jadi sedih banget.
Yang lagi kangen jadi kangen banget.
Yang lagi galau jadi galau banget.
Dan biasanya, hujan itu jadi waktu favorit
beberapa orang buat flashback ke masa-masa tertentu/kenangan-kenangan tertentu.
Bukannya ingin kembali lagi kemasa itu,tapi hanya sekedar menghargai masa lalu.
Mungkin tetap menjadikannya kenangan bukan lah hal yang salah. Bagaimanapun
kejadian masalalu ikut berperan dalam apa yang terjadi di masa sekarang. Jika
masa lalu tak terjadi seperti itu,mana mungkin masa sekarang terjadi sedemikian
rupa,mana mungkin kau bertemu dengan orang-orang di kehidupan mu yanh sekarang.
Apa mungkin kau bertemu teman-teman baru, apa mungkin kau bersama orang- orang
yang kau sayang sekarang??? Belum tentu akan begini jadinya jika masa lalu mu
berbeda dengan apa yang sudah kau lalui.
Jadi, berterima kasihlah pada masa lalu mu
dan orang-orang yang ada pada cerita mu yang sudah lalu. Berkat waktu dan
orang-orang didalamnya kau mampu belajar untuk meniti masa depan dan bisa
berada di tengah orang-orang yang kau jadikan masa sekarang mu. Tapi masa lalu
yang membuat mu selalu patah,akan lebih baik jika kau tidak selalu mengenang
nya dalam setiap hujan. Aku khawatir kau akan patah berkali-kali, hingga kau
tak ingin lagi berdiri. Cukup
kau kenang sekali,dua kali dan ucapkan terima kasih, lalu ambil pelajarannya
saja dan tinggal kan kenangan mu yang itu. Ingat, hanya pelajarannya saja,
tidak perlu kau bawa serta semuanya. Namun jika kenanganmu yang lalu mampu
membuat mu lebih menghargai masa sekarangmu, dalam setiap hujan pun rasanya tak
apa jika kau mengenang nya. Hanya saja jangan biarkan rasa ikut serta di
dalamnya
Karena rasa tak selalu mengerti apa yang
nyata dan bagaimana yang maya.
_KyuRa

0 komentar:
Posting Komentar