Rabu, 30 Desember 2015

Bayangan dalam Hujan


24 Desember 2015,
Hari ini aku pulang lebih awal dari biasanya. Saat perjalanan pulang rintik hujan menjadi alunan musik yang menemaniku pulang. Dalam diam ku membayang. Dalam hujan kali ini entah hujan keberapakah aku masih menikmatinya sendirian. Ya sendiri.

Beberapa hari yang lalu aku dan kamu berharap jika pada hari ini aku dan kamu bisa bertatap muka. Ya,akupun terbayang bagaimana tingkahku dan tingkahmu saat hari ini menikmati hujan bersama. Namun pada nyatanya aku masih sendiri berjalan mendengarkan rintik hujan. Merasakan dinginnya suhu dalam dekapan sang rindu.Tak terasa ada sesuatu yang  mengalir membasahi pipiku. Tangisku dalam hujan, tangis yang pecah seiring timbulnya kenyataan, bahwa waktu sudah memainkan keadaan. Tak ada yang patut disalahkan memang. Hanya saja diri ini mungkin terlalu lelah.

          Tapi tenanglah, aku belum mau menyerah, berfikir untuk menyerah pun tak pernah. Lelah tak cukup kuat untuk meruntuhkan apa yang ada dalam hati ini. Dan tak cukup pintar membujuk ku untuk melepas rasaku. Juga tak cukup menarik untuk membuat fikirku berbalik. Namun bolehkah hari ini aku bersandar dalam kesendirian? Mencoba bertahan dan berdamai keadaan. Meski begitu,aku tetap berjalan dan terus berjalan, sampai waktuku ada dalam dekapan (mu)

Aku pun tersadar dari lamunan.
Aku masih berada di jalan untuk pulang.
Yaaa....tetap ku lanjutkan perjalanan tapi tak lagi ada lamunan tentang indahnya bayangan.




_KyuRa

Selasa, 22 Desember 2015

TO : MOMMY

-----Happy Mother’s Day-----

Halo guys..... Gimana momen hari ibu kalian?
Ada kah yang sekarang lagi jauh sama ibu,merantau mungkin.
Yups... Ibu,mama,bunda,simbok,mami,mommy,mother,mom,eomma,
Ibu..sosok yang diciptakan Tuhan dan menjelma menjadi bagaikan Malaikat dengan segala keistimewaan dan segala yang ada dalam diri seorang Ibu.
Jika aku ditanya siapa orang yang paling penting di hidup ku? Aku jawab....IBU.
Ibu,....selalu memberikan cinta kasih kepada anaknya....tak peduli sudah sebesar apakah anak nya...
Tetap saja ibu masih menganggap kita  sebagai putra/putri kecil nya. Sedangkan kita,seiring bertambah nya usia..kita sibuk dengan proses untuk jadi lebih dewasa dan lupa jika usia ibu semakin menua.. Tak hanya itu,kita bahkan terkadang semakin malu menyatakan perasaan cinta kita pada ibu.saat sedang berdua dengan nya. Kadang banyak yang ingin kita sampaikan kepada nya,termasuk ungkapan cinta kita.Namun,entah mengapa semua itu seperti nyangkut di tenggorokan dan yang keluar hanya air mata.

Tapi,,, kali ini aku ingin mencoba meluapkan nya,,Mom this is my letter to you:
*---------*-----------*----------*----------*---------*---------*----------*-----------*

Dear Mom,

Ibu.... hari ini entah sudah kali keberapa aku memberikan ucapan selamat hari ibu.
Ibu....entah cukup atau tidak,aku ingin mengucapkan banyak terima kasih atas segala yang kau berikan pada ku. Meski aku tau ucapan terima kasih ku tak mampu membayar semua nya. Tapi,selagi aku masih bisa memberikan nya ku akan selalu mengucapkan nya padamu.
Ibu,maaf jika terkadang lidah ku kelu,tak mampu ku ucap cinta dan kasih ku untuk mu. Padahal kau senantiasa berujar dan berikan cinta  kasih mu.
Ibu, kau selalu bisa menjadi apa yang aku inginkan... Aku inginkan teman,kau mampu dengarkan. Kau bisa jadi teman,sahabat,dan menjadi sosok malaikat sekaligus.
Tapi ibu....aku minta maaf jika aku belum bisa menjadi apa yang kau inginkan.

Ibu jika aku ditanya,pelukan siapakah yang paling hangat? Aku akan menjawabnya sehangat hangat nya pelukan adalah pelukan mu ohhh ibu.
Ibu jika aku ditanya pangkuan siapakah yang paling nyaman? Aku akan menjawabnya senyaman-nyaman pangkuan adalah pangkuan mu ohh ibu.

Ibu,
Terimakasih sudah menjadi ibu ku
Terimakasih sudah menyayangiku
Aku bahagia menjadi anakmu,ibu.
Ibu,
Terima kasih sudah menjadi penyemangatku
Terima kasih sudah jadi segalanya bagiku dan selamanya akan tetap jadi malaikat dalam hidupku :)
 Love you so much, Mom ({})


Warm regards

NELLY

Your daughter :*



*---------*-----------*----------*----------*---------*---------*----------*-----------*

Oke,,sepertinya cukup segitu dulu untuk hari ini,
Yahhh aku memang tak terlalu bisa berkata- kata . Tapi setidaknya diatas sudah ku coba untuk mengungkapkan nya, yaaaa walau sebenarnya banyak didalam hati ini yang belum bisa ku ungkapkan untuk mu Ibu. Mungkin aku masih ingin menyimpannya lalu ku persembahkan untuk mu di Hari ibu tahun depan dan tahun-tahun berikutnya .

-----Happy Mother’s Day-----

Jumat, 18 Desember 2015

Unstoppable Heart Chapter 2

Sinopsis Unstoppable Heart chapter 1: 'bagian ke tiga sudah ku lewati,cerita yang belum ku tau bagaimana akhirnya ini,tetap akan ku lanjutkan dengan kebaikan doa dan harapan'

Sejak aku melewati bagian ketiga,sesudahnya aku tak ingin lagi membuat bagian bagian di ceritaku ini. Karena aku tak mau ceritaku dapat terbilang bagian-bagian nya dan pada akhirnya berhenti saat sampai pada bilangan tertentu. Mengapa begitu? Karena aku tak ingin jika semua nya berhenti begitu saja.( yah coba aja bayangin,ini aja baru mau mulai,masa udah berhenti gitu aja,kan ngga banget).

Kali ini ku coba memandangi beberapa tulisan obrolan ku dengan mu. Ku gulirkan layar gadget ku untuk mencari awal dari obrolan ku dengan mu. Lalu ku gulirkan kebawah sembari mata ini menangkap tulisan tulisan yang tertera di layar. Ku baca dalam hati, dari awal.....terus ke bawah lalu aku mulai menyunggingkan bibir ku untuk membentuk sebuah senyuman. Haahhhh....bahkan dengan hanya membaca obrolan saja aku sudah bisa membuat sebuah senyuman. Bahagia.

Yaahhhh sejauh ini jarak memang masih keukeuh untuk berdiri diantara diri ku dan dirimu..dan tak ada yang bisa ku lakukan selain menunggu. Setidak nya menunggu waktu kali pertama bertemu. Karena 1 waktu akan menghilangkan segala nya yg masih kelabu. Entah sejak kapan, aku dan kamu mulai memutuskan untuk sama- sama menunggu dan bertemu di suatu waktu. Rindu dan ingin ku sudah jadi teman akrab ku. Mereka lah yang selalu menguatkan ku. Terbiasa nya ku menunggu bersama mereka,aku tak merasa mereka begitu menyiksaku. Mungkin karena begitu sering nya aku berjumpa dengan mereka. Sungguh aku merasa mereka begitu baik,membiar kan ku melukis mereka dalam sanubari, setidak nya untuk mengingatkan ku  akan perjuangan dirimu yang juga menunggu ku.

Hanya saja terkadang bosan mulai mengusik tenangnya penantian ku. Dia datang sesaat lalu menciptakan suatu keadaan yang tak pernah aku dan kamu inginkan. Terkadang sibuk mu jadi pemicu. Terkadang pula sibuk ku yang jadi penyeru. Tapi dia tak cukup kuat untuk mengalahkan rasa yang terbangun dalam diri. Entah aku atau kamu diantaranya pasti salah satu bisa menciptakan 1 waktu yang tak berpihak pada bosan. Suasana yang terkembang begitu membayang. Senang.

Terkadang aku menyelipkan sedikit gurauan dan kamu membalasnya dengan canda an. Cukup melalui tulisan dan obrolan kamu mampu memunculkan perasaan dalam diri ini.
Perasaan yang tak biasa tapi biasa tumbuh dalam setiap jiwa manusia. Tak perlu di jelaskan. (Dear,Kamu hanya cukup tau saja. Beberapa waktu yang lalu aku membahasnya bersamamu).

Belum pernah ku menangkap bayang mu. Tapi diri ini berkeyakinan. Terkadang yakin ku tak selalu benar. Iya aku mengerti.Tapi jika pun salah, bukan suatu masalah karena aku lebih memahami  jika setiap pilihan memang memiliki resiko. Yang terpenting, kamu tak berkelit. Dan aku tak berbelit .

Lalu sampailah guliran jariku di obrolan terakhir yang aku rangkai dengan mu. Terima kasih sudah mengisi kotak obrolan ku.Terima kasih sudah memintaku untuk menunggu mu (hal yg kusuka saat ini). Tapi,maaf jika terkadang aku biarkan bosan mempermainkan. Pahami saja, lebih banyak rintangan namun tetap mencoba bertahan itu akan menguatkan.____To Be Continued


_KyuRa


Jumat, 11 Desember 2015

Kegelisahan yang Tulus



Malam itu tak terlintas satupun pesan dari mu dilayar gadget ku. Satu detik,dua menit, tiga jam,belum ada tanda pesan masuk darimu.Lalu ku putuskan untuk memutar playlist ku melalui Media Player di gadget, 1 lagu dari Bigbang berjudul Blue mulai menemaniku dalam merangkai lamunan ku. Disaat aku berada dalam lamunanku entah mengapa aku jadi ingat dengan 3 kata yang pernah kau tuliskan di status akun jejaring sosial mu beberapa hari yang lalu. 3 kata yaitu "Kegelisahan yang Tulus".

Aku mencoba mencari maksud dari kata-kata tersebut. "Kegelisahan yang tulus",apa itu???
Apa mungkin itu kegelisahan mu terhadap seseorang? Ahhh,tapi kegelisahan yang bagaimanakah???

Apa kau takut seseorang itu tak mau menerimamu?
Apa kau takut seseorang itu tak lagi perhatian denganmu?
Apa kau takut seseorang itu akan berubah?
Apa kau takut seseorang itu akan berbeda?
Apa kau takut seseorang itu akan pergi?
Apa kau takut seseorang itu akan melupakan mu?

Apakah ketakutan seperti itu yang kau jadikan makna dari kegelisahan yang tulus? Jika memang seperti itu tak ada salahnya.
Kini giliran ku untuk memberikan makna dari kegelisahan yang tulus milik ku.

Kegelisahan ku tidak sepenuhnya karena ketakutan ku akan perubahan,perbedaan dan kepergian mu. Jauh di dalam benak ku,
Aku takut jika suatu saat diri ini tak mampu lagi menerimamu
Aku takut jika suatu saat diri ini tak dapat lagi memberikan perhatian padamu
Aku takut jika suatu saat rasa yang ada pada diri ini lambat laun berubah
Aku takut jika suatu saat nanti perlakuanku berbeda terhadapmu karena rasa yang telah berubah
Aku takut jika suatu saat nanti diri ini yang malah pergi darimu.
Aku takut jika suatu saat nanti diri ini melupakan mu dan tak mampu lagi menemukan secuil saja memori tentang mu.
Dan ketakutan ku yang paling dalam,aku takut akan diriku jika suatu saat nanti tak bisa lagi menghadirkan rasa untuk hatimu.
Itulah beberapa takut ku yang ada dalam sebungkus "Kegelisahan yang Tulus" dari hatiku.

Tak terasa malam pun sudah larut saat aku selesai memaknai 3 kata tersebut. Lagu yang di putar gadget ku juga sudah menginjak lagu ke berapa? Entahlah. Dan mata ini pun sudah menyipit ingin di istirahatkaan dalam lelap dan dekapan sang selimut. Tak lama aku pun mulai berlayar di lautan kapuk merangkai mimpi dalam damainya mata yang terpejam.


Kegelisahan yang tulus = ketakutan ku pada diri ini jika suatu saat hatiku tak lagi dapat menghadirkan rasa untuk hatimu.


_KyuRa

Kamis, 10 Desember 2015

MENGEJAR C I N T A

Beberapa hari yang lalu waktu aku berangkat kerja,aku liat mas-mas...eumb caem gitu...
Gini nih kronologis nya : aku kan abis mendahului sebongkah(?) truk,sehabis mendahului aku trus ngga tau kenapa pengen liat kaca spion yang sebelah kanan, dan taraaaaaaaaaa muncul lah sesosok penampakan makhluk Tuhan yang begitu cakep nya,perlahan namun pasti si mas-mas itu mulai melajukan motor nya mendekatiku,dan secara pelan-pelan namun pasti dia terus melajukan motornya untuk menjauhi motot ku :-(.
Aku pun lalu memacu motor ku untuk nyoba ngejar tu mas-mas,dan akhirnyaa........(apa hayooo,coba deh tebak gimana akhirnya?)

Dan akhirnya aku pun tak cukup cepat untuk mengejar nya. Aisht...cepet banget tau tu mas-mas naek motor nya,sekejap gitu udah hilang sosok nya dari pandangan ku.

Nah sesudah kejadian kejar mengejar(eh bukan ding) lebih tepatnya kejadian mengejar tapi tak terkejar (?) Aku tu jadi terfikirkan sesuatu (sesuatu yang ada di hatiku,sesuatu yang ada di kepalaku,weh malah nyanyi.sorry sorry,maap,ngapunten nggih)
Oke aku lanjutin....aku tu jadi mikir : ngejar cinta itu juga bisa di ibaratkan kayak ngejar tu mas nya.

Mas-mas nya itu pergi mungkin karena ngga tau kalo dia sedang di kejar atau mungkin sebenarnya tau tapi ngga mau dikejar,maka nya tu mas-mas pergi.
Kan sama kayak cinta, ye gak?

Cinta yang dikejar pergi,itu mungkin karena 2 hal karena cinta ngga tahu kalau dia lagi di kejar atau sebenarnya tau,cuman memilih pergi karena ngga mau dikejar. Gitu sihh menurutku.

So,gini nih saran aku si Lebih baik jangan biarkan ketidaktahuan mengiringi langkahmu dalam mengejar cinta.Setidaknya beritahu cinta jika kau saat ini meng-upaya-kan-nya.Nah kalau dia udah tau tapi dia tetap pergi,mungkin sudah saat nya diri mu berhenti untuknya dan memcoba melangkah untuk hal baru (mengejar cinta baru lebih tepatnya)

Mengejar cinta bukanlah hal yang salah.Tapi mengejar cinta yang salah adalah suatu kesalahan.(embuh piye kui maksud'e)

_KyuRa


Sabtu, 05 Desember 2015

Unstoppable Heart

Hallo para pembaca yang masih setia buat nengok nih blog,
Di kesempatan kali ini saya mau ngepost sebuah tulisan yang panjang nya ngga seberapa, tapi dari pada ngga ngepost sama sekali maka say putuskan untuk ngepost nih tulisan, oke langsung aja cuzzz
ààààààààààààààààààà

Didalam ruang salah satu bagian rumah, aku mulai berkelana munyusuri setiap jengkal neuron yang saling bertautan di dalam otak ku.Ku coba mengingat setiap alur cerita yang membawamu masuk kedalam sebuah laci di kepalaku.Ku menemukan awal ceritanya, ku pandangi setiap kata yang tertulis didalamnya.dalam sebuah obrolan ringan malah terkesan sebuah basa- basi orang yang memang baru kenal.Ku lanjutkan perjalanan ku lalu ku lihat bagian kedua aku yang mulai bisa berlama-lama mengupas bahasan obrolan yang ringan dan sedikit mengandung pengharapan.Semakin panjang dan semakin jauh ku menyusurinya berusaha mengingat setiap memory-memory tentang kelakuan ku dan kelakuan mu.Hingga akhir nya aku dan kamu menyadarinya jika obrolan yang terurai sudah menarik perhatian dan perasaan setiap dari kita.Kau dengan cerita dan aku dengan canda.Kau dengan tawa dan aku dengan suka.Lalu ku sudah mulai ingat semua nya dan sudah mulai hafal dengan setiap keadaan dan kebiasaan mu itulah bagian ketiga dari cerita yang baru kutulis di dalam lembaran ingatan.Cerita yang akhirnya tak bisa ku tentukan, meski begitu cerita ini tetap kulanjutkan dengan ribuan kebaikan dari doa dan harapan.___To Be Continued Unstoppable Heart chapter 2

_KyuRa

Kamis, 03 Desember 2015

@OFFICE

Sekedar Menulis Tapi Tak Sekedar Tulisan

@Office 10.15 am
Hari ini entah mengapa saya begitu ingin membuat coretan di sebuah potongan kertas bekas yang baru saja saya gunakan untuk nge-print laporan di kantor. Dengan sendirinya tangan ini bergerak untuk mengetikkan tulisan lewat aliran tinta hitam.Otak berjalan memilih topik yang ingin ku tuangkan dan entah kenapa terbesit sekilas tentang nama mu. Kau.
Bait pertama ku selesaikan:
Dia dalam desiran do’a
Ambangku arahkan arahmu
Membentang maya meliku mata
Aliran arteri apungkan arti
Selami sendiri sambangi sepi
Hanya 1 bait,,,, ahhhh rasa rasa nya kurang nih kalau hanya 1 bait. Sepertinya 2 bait tidak terlalu jelek, lalu kuputuskan untuk membuat 1 bait lagi tentang Kau.Masih tentang Kau.
Lamaaa sekali,,, kutulisakn kata A,,,, ahhhh ngga bagus,,, pake kata B,,,,what’s?? No no no,,, oke lah mungkin saya harus makan siang dulu kali.... (cuzz otw dapur kantor)

@Office 13.30 (selepas makan siang)
Aduhai,,,, Makan siang hari ini begitu nikmat, tubuh ini rasanya seperti terisi energi lagi.”Asyik bisa lanjut nulis lagi nih”,pikirku. Dan seperti yang sudah saya pikirkan jari jemari ini bergerak menuliskan bait kedua dari tulisan ku yang tertunda,Yap,tulisan tadi,tentang Kau.dan Masih tentang Kau.
Dan akhirnya dapat kuselesaikan bait kedua dengan selamat(?) :
Dunia dekati diriku
Alirkan akhir aksara
Masihkan mulai merebah
Acuhkan alasan alihkan ambisi
Sampaikan sapaku suarakan sempatku.
End,,,,,,
Dan ternyata saya tersadar ini tulisan koq gini ya,,, ahhh biarinlah kali aja ini punya makna (untuk yang baca dan paham kata-katanya :D)



_KyuRa