Selasa, 29 Maret 2016

Pergi.Yang kamu ingini.



29 Februari 2016
Situasi yang sama lagi seperti satu tahun yang lalu,saat aku memutuskan untuk memilihmu. Aku terus saja meyakinkan diriku meski pada nyatanya apa yang ku pilih tak seiring dengan ingin ku. Aku tahu bahwa setiap pilihan yang kita buat pasti ada resikonya. Ya,aku tahu itu. Tak ada yang bisa disalahkan disini. Baik aku dengan inginku atau kamu dengan acuhmu. Entah mengapa,sekarang terasa berbeda. Situasinya sudah tak sama. Alur nya pun tak tau akan dibawa kemana. Kau terlalu dingin. Jujur saja aku rindu dirimu yang dulu.
Ya,mungkin aku dan kamu sudah terlalu lelah. Kamu memilih tak mengatakannya tapi kamu menciptakan keadaan sedemikian rupa agar aku yang melepaskan rasa yang ada. Aku paham kali ini. Kamu mungkin berfikir dengan cara seperti itu, sakit ku tak separah sakit yang timbul ketika kamu yang melakukannya. Ya, kamu memang baik. Aku kini sudah mengikhlaskan semuanya. Kamu memang benar-benar ingin pergi. Tak pantas jika aku terus menahanmu untuh tetap di sini. Pergilah..

Jangan kembali ke hati lagi. Karena yang bertekad untuk pergi tak seharusnya dia kembali lalu membuat patah lagi. Cukup kamu kembali untuk bertukar sapa, namun jangan libatkan rasa yang dulu pernah ada.

_KyuRa



Senin, 28 Maret 2016

Saat Semua Tidak Baik-baik Saja.


11 Februari 2016

Mungkin terdengar aneh,saat aku tiba-tiba menanyakan pada diriku sendiri perihal hubunganku denganmu. Aku merasa semuanya terasa berbeda. Entah memang kamu yang berubah atau mungkin hanya perasaanku saja,aku tak tahu. Yang aku tahu, sekarang kamu lebih sering mengacuhkanku,mengabaikan pertanyaan-pertanyaan di pesan singkat yang ku kirimkan padamu.

Aku tahu,mungkin aku tak sama dengan apa yang ada di bayangan mu,apa lagi sesempurna harapanmu. Kamu mungkin ingin pergi karena beberapa alasan,tapi apakah kamu tak pernah berfikir bahwa aku bertahan karena ada banyak alasan. Apa mungkin selama ini hanya aku yang berjuang. Pantas saja kamu tak memikirkan alasan-alasan untuk tetap bertahan, kamu bersikap seolah-olah melemahkan. Melemahkan diriku yang terus mencoba bertahan meski tak pernah ada penjelasan saat ada banyak fikiran dan tanya mengapa keadaan seperti ini bisa kau gambarkan di hadapan(ku)?

Saat semua tak baik-baik saja seperti ini,saat semua terasa mengecewakan seperti ini,saat semua mengisyaratkan untuk pergi, aku hanya ingin semua kembali.



_KyuRa

Selasa, 09 Februari 2016

Senja Kala Itu

Saat awan terang memudar
Bias ufuk barat terpencar
Matahari pulang ke peraduan
Saat itu ku tertikam kerinduan
Terhempas dalam kesepian
Dan terjatuh ku diantara keraguan
Senja memang tak pernah mengindahkan
Meski hati selalu penuh pengharapan
Berharap agar malam tak melulu sebuah kegelapan
Kalau memang gelap, biarkan gelapnya menenangkan
Janganlah jadi gelap yang menakutkan
Masih tentang senja yang menjelma
Senja yan memberikan setitik harapan
Namun setelahnya hanya kutemukan jalan
Tanpa tujuan dalam ruang kegelapan

_KyuRa


Sabtu, 16 Januari 2016

Rasa,Hujan dan Masa Lalu

10 Januari 2015

Sore ini hujan turun begitu derasnya. Tak ada yang ingin ku lakukan,aku hanya mengurung diri ku dikamar. Setelah beberapa menit termenung, aku sadar, ditahun 2016 ini aku belum menulis apapun di blog ini. Lalu di tanggal 10/1/2016, hari ini aku putuskan sebagai tanggal pertama aku menulis di tahun 2016.

Hujan.....
Kau tau,hujan selalu bisa menarik hati, fikiran dan perasaan seseorang agar lebih dekat dengan apa yang dirasa.
Aku rasa hujan memang memiliki kharisma yang lebih dari cuaca yang lainnya. Hujan mampu menenggelamkan lebih dalam dari setiap apapun yang hadir dalam dada bersama rintik tetesnya,hingga setiap rasa yang ada begitu terasa dalam rongga dan terbayang di titik retina. Semua rasa. Entah itu bahagia,sedih,galau,senang,jatuh cinta,terluka,patah hati,bimbang,kangen, de es be. Pasti lebih greget kalau hujan mulai menjatuhkan butir air nya dan ikut andil untuk  memeriahkan rasa yang ada.  Pokok na mah berasa dobel gitu...rasanya.
Yang lagi bahagia jadi bahagia banget.
Yang lagi sedih jadi sedih banget.
Yang lagi kangen jadi kangen banget.
Yang lagi galau jadi galau banget.

Dan biasanya, hujan itu jadi waktu favorit beberapa orang buat flashback ke masa-masa tertentu/kenangan-kenangan tertentu. Bukannya ingin kembali lagi kemasa itu,tapi hanya sekedar menghargai masa lalu. Mungkin tetap menjadikannya kenangan bukan lah hal yang salah. Bagaimanapun kejadian masalalu ikut berperan dalam apa yang terjadi di masa sekarang. Jika masa lalu tak terjadi seperti itu,mana mungkin masa sekarang terjadi sedemikian rupa,mana mungkin kau bertemu dengan orang-orang di kehidupan mu yanh sekarang. Apa mungkin kau bertemu teman-teman baru, apa mungkin kau bersama orang- orang yang kau sayang sekarang??? Belum tentu akan begini jadinya jika masa lalu mu berbeda dengan apa yang sudah kau lalui.

Jadi, berterima kasihlah pada masa lalu mu dan orang-orang yang ada pada cerita mu yang sudah lalu. Berkat waktu dan orang-orang didalamnya kau mampu belajar untuk meniti masa depan dan bisa berada di tengah orang-orang yang kau jadikan masa sekarang mu. Tapi masa lalu yang membuat mu selalu patah,akan lebih baik jika kau tidak selalu mengenang nya dalam setiap hujan. Aku khawatir kau akan patah berkali-kali, hingga kau tak ingin lagi berdiri.  Cukup kau kenang sekali,dua kali dan ucapkan terima kasih, lalu ambil pelajarannya saja dan tinggal kan kenangan mu yang itu. Ingat, hanya pelajarannya saja, tidak perlu kau bawa serta semuanya. Namun jika kenanganmu yang lalu mampu membuat mu lebih menghargai masa sekarangmu, dalam setiap hujan pun rasanya tak apa jika kau mengenang nya. Hanya saja jangan biarkan rasa ikut serta di dalamnya
 Karena rasa tak selalu mengerti apa yang nyata dan bagaimana yang maya.

_KyuRa