Jumat, 18 Desember 2015

Unstoppable Heart Chapter 2

Sinopsis Unstoppable Heart chapter 1: 'bagian ke tiga sudah ku lewati,cerita yang belum ku tau bagaimana akhirnya ini,tetap akan ku lanjutkan dengan kebaikan doa dan harapan'

Sejak aku melewati bagian ketiga,sesudahnya aku tak ingin lagi membuat bagian bagian di ceritaku ini. Karena aku tak mau ceritaku dapat terbilang bagian-bagian nya dan pada akhirnya berhenti saat sampai pada bilangan tertentu. Mengapa begitu? Karena aku tak ingin jika semua nya berhenti begitu saja.( yah coba aja bayangin,ini aja baru mau mulai,masa udah berhenti gitu aja,kan ngga banget).

Kali ini ku coba memandangi beberapa tulisan obrolan ku dengan mu. Ku gulirkan layar gadget ku untuk mencari awal dari obrolan ku dengan mu. Lalu ku gulirkan kebawah sembari mata ini menangkap tulisan tulisan yang tertera di layar. Ku baca dalam hati, dari awal.....terus ke bawah lalu aku mulai menyunggingkan bibir ku untuk membentuk sebuah senyuman. Haahhhh....bahkan dengan hanya membaca obrolan saja aku sudah bisa membuat sebuah senyuman. Bahagia.

Yaahhhh sejauh ini jarak memang masih keukeuh untuk berdiri diantara diri ku dan dirimu..dan tak ada yang bisa ku lakukan selain menunggu. Setidak nya menunggu waktu kali pertama bertemu. Karena 1 waktu akan menghilangkan segala nya yg masih kelabu. Entah sejak kapan, aku dan kamu mulai memutuskan untuk sama- sama menunggu dan bertemu di suatu waktu. Rindu dan ingin ku sudah jadi teman akrab ku. Mereka lah yang selalu menguatkan ku. Terbiasa nya ku menunggu bersama mereka,aku tak merasa mereka begitu menyiksaku. Mungkin karena begitu sering nya aku berjumpa dengan mereka. Sungguh aku merasa mereka begitu baik,membiar kan ku melukis mereka dalam sanubari, setidak nya untuk mengingatkan ku  akan perjuangan dirimu yang juga menunggu ku.

Hanya saja terkadang bosan mulai mengusik tenangnya penantian ku. Dia datang sesaat lalu menciptakan suatu keadaan yang tak pernah aku dan kamu inginkan. Terkadang sibuk mu jadi pemicu. Terkadang pula sibuk ku yang jadi penyeru. Tapi dia tak cukup kuat untuk mengalahkan rasa yang terbangun dalam diri. Entah aku atau kamu diantaranya pasti salah satu bisa menciptakan 1 waktu yang tak berpihak pada bosan. Suasana yang terkembang begitu membayang. Senang.

Terkadang aku menyelipkan sedikit gurauan dan kamu membalasnya dengan canda an. Cukup melalui tulisan dan obrolan kamu mampu memunculkan perasaan dalam diri ini.
Perasaan yang tak biasa tapi biasa tumbuh dalam setiap jiwa manusia. Tak perlu di jelaskan. (Dear,Kamu hanya cukup tau saja. Beberapa waktu yang lalu aku membahasnya bersamamu).

Belum pernah ku menangkap bayang mu. Tapi diri ini berkeyakinan. Terkadang yakin ku tak selalu benar. Iya aku mengerti.Tapi jika pun salah, bukan suatu masalah karena aku lebih memahami  jika setiap pilihan memang memiliki resiko. Yang terpenting, kamu tak berkelit. Dan aku tak berbelit .

Lalu sampailah guliran jariku di obrolan terakhir yang aku rangkai dengan mu. Terima kasih sudah mengisi kotak obrolan ku.Terima kasih sudah memintaku untuk menunggu mu (hal yg kusuka saat ini). Tapi,maaf jika terkadang aku biarkan bosan mempermainkan. Pahami saja, lebih banyak rintangan namun tetap mencoba bertahan itu akan menguatkan.____To Be Continued


_KyuRa


0 komentar:

Posting Komentar